PRINSIP DASAR BERKARYA SENI RUPA

12.54 Edit This 4 Comments »
PRINSIP DASAR BERKARYA SENI RUPA
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berkarya seni rupa. Prinsip dasar ini sangat penting untuk diperhatikan dalam memulai menciptakan suatu karya seni. Prinsip dasar tersebut adalah:
KONSENTRASI
Pusatkan perhatian kita terhadap sesuatu yang ingin kita ciptakan terutama mengenai obyek utama dalam suatu tema rupa. Obyek utama itu diantaranya yaitu model yang realis atau model non realis. Dengan konsentrasi penuh nantinya dapat ditemukan ide untuk menciptakan bentuk-bentuk rupa tersebut.
KEMBANGKAN OBYEK
Mengembangkan obyek yang kita temukan pada saat kita konsentrasi, dengan memberikan masukan pada unsur-unsur yang ada di sekeliling kita. Pengembangan obyek akan memberikan variasi dan peningkatan karya secara kualitas.
MEMVISUALKAN OBYEK RUPA
Obyek yang ada kita pindahkan atau dituangkan dalam bentuk visual sesuai dengan ekspresi yang kita inginkan dalam karya seni rupa tersebut. Sehingga bentuk rupa tersebut dapat kita tangkap dalam bentuk karya seni yang bisa dinikmati oleh pencipta atau pengamat seni.
MENGGUNAKAN TEKNIK RUPA YANG SESUAI
Teknik disini harus disesuaikan dengan keahlian seseorang dalam menggunakan teknik yang telah dikuasainya, sehingga hasil karya yang diciptakan dapat maksimal dan karya tersebut dapat benar-benar berkualitas.
MENGGUNAKAN MEDIA YANG ADA
Artinya semua sarana dan prasarana yang mendukung dalam menciptakan karya seni harus benar-benar dimanfaatkan dan digunakan secara total demi terciptanya hasil seni yang sesuai dengan keinginan.
FINISHING SECARA TELITI DAN MENDETAIL
Akhiri dalam berkarya seni rupa dengan teliti sehingga tak satupun yang tertinggal atau terlupakan baik secara ide maupun dalam proses pembentukan karya hingga sampai pada saat poin terakhir untuk menyelesaikan karya yang sedang diciptakan. Periksa kembali secara rinci sampai pada poin-poin yang lebih mendetail, baik dari unsur titik, garis, bentuk, warna, tekstur atau tata letak gambar yang sedang dibuat.
Demikian secara garis besar prinsip dasar dalam berkarya seni rupa, sehingga nantinya dapat dihasilkan suatu karya seni rupa yang baik dan fonumenal.

10.48 Edit This 0 Comments »


SUASANA MALAM HARI DI TAMAN GARUDA

Kendal merupakan kota kecil yang tidak terlalu ramai. Suasana alamnyapun tidak terlalu berlebihan apabila dapat dikatakan biasa-biasa saja. Mungkin untuk ukuran kota besar tidak ada apa-apanya. Tetapi dibalik itu ada suatu potensi besar yang ada di kota tersebut, misalnya untuk pengembangan kota industri dikemudian hari atau untuk mengoptimalkan obyek-obyek wisata yang ada di dalamnya.

Obyek wisata di Kendal sebenarnya dapat dikatakan jumlahnya cukup banyak. Hanya saja kurang adanya sentuhan untuk berkembang lebih maju. Obyek wisata tersebut antara lain Curug Sewu, Pemandian air hangat Gonoharjo, kebun buah Agrowisata Ngebrug Patean, Goa Kiskenda, Kedung Pengilon, Wisata Tirto Arum, Pantai Sikucing, Muara Kencan, Pantai Njomblom dan lain sebagainya.

Di kota Kendalnya pun ada beberapa wisata alternatif di dalam kota tersebut, sebagai sarana refresing keluarga yaitu Taman Garuda yang berada didekat Aloon-aloon Kendal. Tempat tersebut ramai dikunjungi keluarga di sekitar kota tersebut, terutama pada hari sabtu malam minggu atau minggu pagi, maupun hari-hari libur nasional.

Suasana yang menarik pada taman Garuda terutama waktu di malam hari, di tempat itu tersedia banyak aneka makanan dari yang berat maupun makanan ringan, anak-anak kecil bermain dan bergurau disekitar itu, dengan berbagai mainan yang ada, yang remaja berkumpul bersama sambil bergurau ataupun berduaan bagi remaja yang sedang dilanda cinta. Penempatan lighting yang menarik dengan mengambil sudut pencahayaan tertentu, membuat Patung Garuda beserta aksesoris patung penyerta yang ada lebih kelihatan berwibawa dan mempunyai nilai artistik yang tinggi. Tinggal bagaimana pengembangan taman tersebut menjadi lebih baik. Hal ini merupakan PR bagi Pemda setempat untuk merawat dan mengembangkannya menjadi kian menarik. Buatlah Taman Garuda menjadi kian berwibawa, anggun dan mempunyai daya tarik tinggi sehingga dapat menyedot minat pengunjung untuk selalu menyempatkan berrekreasi di tempat tersebut. Sehingga suasana malam di Taman Garuda menjadi lebih sakral dan asri.

KARYA 2 DIMENSI KRIYA TEKSTIL

10.02 Edit This 1 Comment »
IDENTIFIKASI KARYA 2 DIMENSI KRIYA TEKSTIL
a. Pengertian karya seni kriya tekstil
Tekstil adalah barang-barang yang dihasilkan dari proses menenun. Barang-barang tekstil meliputi segala hal yang dibuat dengan cara ditenun dan dirajut seperti kain, pakaian, perlengkapan rumahtangga dan lain-lain. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak ditemukan berbagai karya seni kriya atau seni terapan yang berkaitan atau menggunakan bahan tekstil.
b. Jenis karya seni kriya tekstil
Bentuk dan jenis karya seni kriya tekstil sangat beragam oleh karena itu perlu mengklsifikasikan karya seni kriya tersebut secara sistematis. Klasifikasi tersebut antara lain:
1. Desain Tekstil
Kelompok ini terdiri atas segala bentuk rancangan tenun, rancangan pakaian, rancangan motif dan rancangan barang-barang rumah tangga dan asesoris.
2. Tenunan Tradisional
Tenunan tradisional adalah segala bentuk hasil tenun yang diperoleh dengan menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM). Hasil karya yang termasuk dalam kelompok ini harus menampilkan cirri khas tertentu yang bernilai seni. Contoh: Tenun Ikat dari daerah Nusa Tenggara Timur, Ulos dari daerah Sumatra, Jumputan dari daerah Jawa Tengah dan lainnya.
3. Batik
Membatik adalah semua bentuk kriya tekstil yang dihasilkan melalui proses membatik. Bentuk-bentuk yang termasuk jenis karya ini dihasilkan dari pulau Jawa maupun di luar pulau Jawa. Karya batik mempunyai tempat khusus dalam pengelompokan jenis karya seni kriya tekstil. Batik dapat digunakan sebagai kain serta dapat digunakan sebagai busana jahitan.
4. Busana dan Aksesoris
Karya tekstil yang digunakan sebagai busana maksudnya adalah karya yang dibuat menggunakan ketrampilan tangan dan bukan dari industri. Sedang yang termasuk aksesoris adalah segala benda-benda yang difungsikan sebagai hiasan dalam berbusana, missal bando, pita, kipas, tas tangan dan sbagainya.
5. Perlengkapan Rumah Tangga dan Hiasan Ruangan
Benda-benda tekstil yang menjadi bagian keperluan rumah tangga serta hiasan ruangan, misalnya taplak meja, kain korden, hiasan dinding, serbet makan, celemek, sarung bantal, sprei dan sebagainya.

12.43 Edit This 0 Comments »
LUKISAN MASA PERKAWINAN
Karya ini dibuat oleh Eko Kimianto pada kertas Doplex ukuran 90 x 60 cm, dengan menggunakan media pastel crayon. Teknik yang digunakan adalah teknik arsir yang kemudian gambar dilapisi dengan pilox netral/ clear. Judul yang dipaparkan menceritakan tentang masa-masa indah perkawinan, dimasa muda dulu. Wajah yang terlukis menggambarkan kebahagiaan dalam menatap masa depan. Imajinasi akan cita-cita yang ingin diraih dalam perkawinan tersebut. Cita-cita yang tergambar secara umum bagi semua pasangan keluarga baru, hidup bahagia, mesra, penuh kenikmatan, mempunyai keturunan yang diidamkan dan materi yang ingin dicapai yang serba kecukupan. Lukisan tersebut dibuat pada tahun 2003, yang merupakan imajinasi dari perkawinan yang telah lampau, yaitu perkawinan yang telah berlangsung 12 tahun yang lalu. Perkawinan itu dilangsungkan pada tanggal 3 September 1999, jadi lukisan tersebut hanyalah bentuk ekspresi saja, bukan kejadian yang langsung dilukis ataupun mengambil contoh pada potret. Yah ekspresi seorang SENIMAN YANG MENDAMBAKAN KEBAHAGIAAN.

BAHAN ALAT MEMBATIK

12.17 Edit This 0 Comments »
Bahan dan Alat Membatik Perlengkapan yang harus disiapkan dalam membuat karya batik adalah:
a. Desain atau rancangan batik.Tanpa ada rancangan batik, proses membatik sulit untuk dikerjakan.
b. Kain mori yang akan digunakan untuk kain membatik. Kain mori adalah kain tenun berwarna putih yang terbuat dari kapas. Ada dua jenis mori yakni: kain bleaching yaitu kain yang telah diputihkan dan kain belacu yaitu kain yang belum diputihkan. Kain mori dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok: 1. mori biru, kain kasar benang carded 30's. 2. mori prima, kain lebih halus benang carded 40's. 3. mori primisima, kain halus dan mahal benang carded 50's. 4. mori lawon/volisima, kain halus dan tipis.
c. Lilin malam yang khusus digunakan untuk membatik
d. Wajan, tempat mencairkan lilin.
e. Canting, untuk membuat batik tulis atau cap dengan motif tertentu.
f. Gawangan, untuk menyampirkan kain mori yang sedang diproses membatik dengan canting atau meja kerja yang datar untuk pengecapan jika membuat batik cap.
g. Kuas untuk menutup bidang-bidang yang luas pada kain yang dibatik
h. Zat pewarna sesuai kebutuhan.

12.07 Edit This 0 Comments »

SERYNA HASNA QURRATU’AIN
Seryna dilahirkan pada tanggal 13 Februari 1999 di kota Kendal. Ibunya seorang pendidik di SMK 2 Kendal, mengajar bidang studi Bahasa Indonesia. Ibunya bernama Sri Harjati Setijaningsih. Bapaknya Eko Kimianto, juga seorang pendidik di SMP 3 Weleri dan SMA I Cepiring pada jurusan Seni Budaya. Pendidikan pertama kali diperoleh di TK ABA I Kendal dari tahun 2003 sampai tahun 2005, kemudian masuk SD pada tahun 2005 di SDIT Robbani Kendal. Di samping itu juga mendapatkan pendidikan tambahan pada sore hari di TPQ Mujahidin Kendal. Private atau pelatihan yang didapat antara lain di cabang bulutangkis menjadi anggota klub New Star Kendal di bawah bimbingan Bapak Kalim, di cabang renang mendapat didikan dari bapak Joko Pitoyo. Dalam cabang bela diri Taekwondo dan jurnalistik juga menjadi tambahan kegiatannya. Prestasi yang diperoleh dari kegiatan yang diikutinya adalah pada cabang bulutangkis, renang dan vocal group Qosidah. Di cabang bulutangkis pertama kali ikut pada tahun 2007 di Kejuaraan Semarang Cup kelompok umur usia dini putri. Prestasi mulai diraih pada kejuaraan POPDA 2008 se-kecamatan Kendal dengan meraih gelar juara 3 tingkat SD. Seryna merupakan peserta terkecil diantara peserta lain yang rata-rata sudah kelas 5 SD, sedangkan Seryna masih duduk di kelas 3. Pada bulan Desember 2008 pada kejuaraan bulutangkis SBR Cup se-kabupaten Kendal dapat meraih gelar juara 2 usia dini putri. Bulan Februari 2009 pada kejuaraan POPDA 2009 Bulutangkis tingkat SD se-kecamatan Kendal berhasil meraih juara 2, di final dia kalah dari kakak kelas se klubnya, Nadya dari SDN I Pegulon Kendal yang sudah kelas 5. Prestasi di cabang renang yaitu di kejuaraan renang POPDA Kecamatan Kendal berhasil masuk diurutan ke 5 dari seluruh peserta yang mengikutinya. Yang istimewa dicabang renang ini yaitu dia baru berlatih 5 bulan di klub dari kemampuan dasar atau belum bisa sama sekali. Pada lomba vokal Qosidah FASI berhasil menjadi juara 3 untuk tingkat Kabupaten Kendal. Seryna di bidang pendidikan juga mengikuti lomba kenal wayang walaupun kurang berhasil, kemudian juga ikut seleksi olimpiade matematika, sains dan bahasa Indonesia. Sedangkan prestasi di sekolah dia selalu berada diantara ranking 3 atau 4 besar di sekolahnya. Semoga prestasi ini bisa lebih ditingkatkan pada level yang lebih tinggi lagi, amin.

09.55 Edit This 0 Comments »

09.55 Edit This 0 Comments »

09.55 Edit This 0 Comments »

11.37 Edit This 0 Comments »



Your Ad Here




Your Ad Here




Your Ad Here




Your Ad Here




Your Ad Here




Your Ad Here




Your Ad Here




Your Ad Here




Your Ad Here

SENI GRAFIS

09.28 Edit This 0 Comments »
1. Arti Seni Grafis
Desain grafis atau seni grafis adalah salah satu bentuk seni rupa yang memberi kebebasan kepada sang pencipta atau perancang untukmemiliki, menciptakan atau mengatur elemen rupa seperti ilustrasi, foto, tulisan dan grafis di atas permukaan untuk diproduksi dan dikomunikasikan sebagai sebuah pesan. Desain grafis biasa diterapkan di dunia periklanan, packaging, perfilman dan lain lain. Pengertian lain seni grafis adalah bentuk seni rupa yang menggabungkan elemen-elemen seni rupa dengan bisnis atau industri dalam upaya memberikan dan menyampaikan gagasan visual kepada masyarakat dalam bentuk pesan komunikasi.
2. Jenis-jenis Karya Seni Grafis
a. Poster
Poster adalah karya grafis dalam bentuk media komunikasi visual yang diterakan di atas selembar kertas berukuran tertentu dengan komposisi dan tata letak huruf, gambar serta warna yang menarik
b. Spanduk
Spanduk adalah karya grafis yang diterakan di atas kain yang yang direntangkan di jalan-jalan.
c. Media Masa Cetak
Media masa cetak adalah produk industri grafika yang di dalamnya melibatkan secara langsung desain grafis dan seni grafis.
d. Selebaran dan Stiker
Selebaran adalah media grafis yang berisi pesan-pesan tertentu dan disampaikan secara langsung kepada masyarakat. Stiker atau gambar tempel merupakan karya grafis dalam bentuk media komunikasi yang dapat ditempelkan diberbagai tempat.
e. Kalender
Aspek grafis dalam kalender dapat dikembangkan menjadi suatu penanggalan sebagai sarana efektif bagi promosi sesuatu.
f. Mobile
Mobile adalah karya grafis yang dibuat dalam lembaran yang dapat digantungkan sehingga kalau terkena angin akan bergerak-gerak.
g. Embalase
Embalase adalah suatu kemasan produk yang berisi pesan-pesan grafis bagi konsumen.
h. Brosur
Terdiri dari booklet dan leaflet, booklet berbentuk buku yang berkaitan dengan penyelenggaraan suatu acara, sedangkan leaflet adalah bentuk brosur singkat yang hanya terdiri atas satu lembar kertas yang dilipat 3 sehingga menjadi 6 halaman.
i. Billboard atau Baliho
Billboard atau baliho adalah ruang advertensi berukuran besar yang dipancangkan di tepi jalan atau di atap sebuah gedung.
j. Film
Film biasanya disaksikan pada layar televisi pada rangkaian seperti iklan, awal film dan video klip.
k. Halaman web
Halaman web atau web page adalah media grafis yang dimunculkan lewat internet.

3. Sifat dan Tujuan Karya Grafis
Berdasarkan kepentingan dan isi pesan yang dikandungnya, karya grafis dapat dikelompokkan menjadi:
a. Karya grafis untuk kepentingan komersial
b. Karya grafis untuk kepentingan sosial
c. Karya grafis untuk kepentingan artistik

Hingar Bingar Pendidikan di Pedesaan

11.18 Edit This 1 Comment »
Pendidikan merupakan sesuatu yang dianggap sangat penting sekali dalam perkembangan kehidupan manusia. Manusia dapat dikatakan bermartabat atau tidak juga dapat diukur dengan tingkat pendidikan yang diperoleh, manusia terpandang dalam lingkungannya karena salah satunya dilihat dari tingkat pendidikannya. Hal tersebut tidak terkecuali baik orang yang ada di perkotaan maupun di pedesaan, walaupun diperkotaan pendidikan merupakan satu kebutuhan primer. Di pedesaan pandangan tersebut menjadi agak bergeser, dikarenakan beberapa kepentingan dan kebutuhan di wilayah tersebut. Salah satu penyebabnya yaitu kebutuhan hidup dipedesaan dan kemampuan material masyarakat yang sangat terbatas. Pendidikan di pedesaan mempunyai kekhasan tersendiri, dengan berbagai kendala yang ada. Pada era sekarang pendidikan di pedesaan mulai menggeliat memperlihatkan perkembangannya, semakin melambung dengan adanya trik-trik pemerintahan Yudhoyono yang lebih cenderung pada peningkatan pendidikan rakyatnya, itu adalah salahsatu nilai positifnya.
Lepas dari masalah pemerintahan yang lebih bersifat politis, masyarakat pedesaan mulai menemukan hingar bingar pendidikan yang gratis, sehingga pendidikan dapat ditempuh oleh semua kalangan masyarakat, baik yang mampu maupun yang tidak mampu secara materialistis. Masyarakat pedesaan terutama dari kalangan bawah mulai merasakan hingar bingar pendidikan yang sebenarnya, artinya pendidikan sudah tidak dibatasi oleh kendala keuangan belaka tetapi harus dibuktikan oleh kemampuan intelegensi peserta didik.
Masyarakat mulai merasakan pendidikan tanpa dibebani kapan harus membayar administrasi sekolah, tetapi yang menjadi kendala akankah ini akan bersifat langgeng apabila suatu saat pemerintan mulai berganti dari suatu era ke era yang lain. Apakah ini hanya bersifat politis saja? Kalau hal ini terjadi hancurlah pendidikan di Indonesia, tak ada hingar bingar masyarakat pedesaan tentang sekolah gratis, tentang masa depan yang cerah, tentang nikmatnya ilmu yang tinggi yang bisa mengangkat harkat dan martabat masyarakat maupun bangsa ini.
Semoga yang ada dibenak pemimpin bangsa, entah siapapun juga, selalu mengutamakan pendidikan sebagai unsur terdepan untuk memajukan bangsa ini. Di negara manapun juga yang menginginkan kemajuan bangsanya, selalu menjunjung tinggi dan meningkatkan semua unsur yang ada dalam pendidikan. Hal ini semoga dapat membuka para pemimpin kita untuk menatap kemajuan dan kejayaan bangsa ini.