MOTIF UKIRAN TRADISIONAL JAWA

19.16 Edit This 0 Comments »
Motif Mataram

Motif Pejajaran

MOTIF UKIRAN yang ada di Indonesia memiliki kekayaan corak yang beraneka ragam. Bentuk-bentuk motif ukiran yang beraneka ragam tersebut masing-masing memiliki ciri khas tersendiri sesuai dengan daerahnya. Untuk mengenal dan mengetahui motif tradisional tersebut, haruslah melihat bentuk-bentuk dan ciri pada setiap jenis motif ukiran itu sendiri.
Nama-nama motif khas tradisional Jawa erat hubungannya dengan pemberian nama-nama kerajaan yang pernah ada di Jawa. Dapat diperkirakan MOTIF UKIRAN tersebut merupakan peninggalan masa kerajaan maupun raja-raja yang mempunyai kemajuan kebudayaan pada jaman itu.
Motif ukiran JAWA ini bentuknya lemah gemulai, berirama dengan gayanya yang luwes, agung dan berwibawa, seolah-olah menggambarkan watak sang raja dan masyarakatnya pada saat itu. Masyarakat yang mempunyai dinamika kehidupan sosial yang harmonis dengan dipadukan kemajuan hasil budaya yang telah diraih pada masa kehidupan kerajaan tersebut. Gambaran kehidupan tersebut diubah menjadi simbol-simbol hasil karya seni rupa yang mempunyai nilai estetika yang sangat tinggi dan mempunyai makna yang sangat mendalam. Makna inilah yang selalu terbawa secara turun temurun dan kemudian dikembangkan oleh generasi berikutnya. Makna menjadi suatu mitos yang dibawa dan dianut maupun dipercaya untuk selalu diberikan secara turun temurun dengan menyisipkan pesan moral yang terselubung dalam bentuk karya ukiran tradisional.
Adapun motif tradisional Jawa yang ada hubungannya dengan nama-nama kerajaan, diantaranya adalah:
  • Motif Pejajaran
  • Motif Mataram
  • Motif Majapahit
  • Motif Bali
Dalam perkembangan selanjutnya dikenal pula, beberapa motif bercorak khas kedaerahan seperti misalnya:
  • Motif Jepara
  • Motif Madura
  • Motif Cirebon
  • Motif Pekalongan
  • Motif Yogyakarta
  • Motif Surakarta
  • Motif Semarangan
Di samping nama motif yang sesuai dengan nama kerajaan dan nama khas kedaerahan, di dalam perkembangan berikutnya mulai dikenal motif-motif yang dipengaruhi oleh hal-hal yang sifatnya umum, misalnya:
  • Motif Teratai
  • Motif Awan
  • Motif Karang
  • Motif Kembang Cengkih
  • Motif Bunga, Buah dan sebagainya.

MENGENAL BENTUK STILASI MOTIF TRADISIONAL JAWA

15.21 Edit This 0 Comments »
Stilasi daun pada motif ukiran tradisional Jawa

Penekanan gambar untuk stilasi daun motif tradisional Jawa

Stilasi bunga motif tradisional Jawa

Contoh lain untuk stilasi daun

Contoh lain untuk stilasi bunga

Stilasi Binatang

Stilasi Buah

Stilasi Buah

Gambar merupakan karya seni rupa dua dimensional yang lebih menekankan pada penguasaan teknik yang sangat matang. Dalam gambar teknik lebih diutamakan dibandingkan kebebasan berekspresi seperti halnya seni lukis. Gambar mempunyai kecenderungan untuk meniru objek secara apa adanya. Gambar adalah proses mimikri, seperti yang dikatakan oleh Plato. Mimikri mempunyai arti meniru dan mencontoh sesuai objek yang sebenarnya. Perkembangan berikutnya gambar dapat digolongkan menjadi beberapa bagian, diantaranya adalah gambar bentuk, gambar model, gambar ilustrasi atau gambar-gambar lain yang bersifat kedaerahan maupun yang berdasarkan penggolongan era tertentu.
Gambar Stilasi merupakan salah satu jenis yang masuk dalam kategori penggolongan gambar tersebut. Gambar stilasi dibuat dengan cara mengubah yaitu dengan langkah menyederhanakan bentuk aslinya menjadi bentuk gambar lain yang dikehendaki. Gambar stilasi contohnya seperti gambar motif ukiran. Gambar motif ukiran yang didapat dari hasil stilasi bentuk alami tersebut dimaksudkan sebagai hiasan dengan gaya dan irama tersendiri. Penerapan hasil stilasi menjadi motif ukiran pada suatu benda banyak dipengaruhi oleh bentuk-bentuk ikal atau spiral, bentuk yang berpilin-pilin dan saling jalin menjalin disamping garis-garis yang berfungsi sebagai pecahan yang serasi. Gambar motif stilasi dapat dilihat contohnya di atas penulisan artikel ini. Stilasi di atas menunjukkan beberapa jenis stilasi misalnya seperti stilasi daun, stilasi bunga, stilasi buah, stilasi binatang dan lain-lainnya. Unsur di atas hanyalah bagian stilasi motif ukiran tradisional Jawa.

ALAM ADALAH SARANA BERKARYA SENI

19.04 Edit This 3 Comments »
Mungkinkah keasrian alam ini dapat dipertahankan, dari tingkah laku manusia yang tak bertanggung jawab


Bisakah bertahan area persawahan di Karangsari Kendal ini untuk tetap eksis kelestarian dan keasriannya.

Alangkah indahnya apabila kelestarian alam ini tetap terjaga, mungkin GLOBAL WARNING akan dapat dikendalikan.

SARANA adalah suatu wahana untuk melakukan dan mempermudah sesuatu. Sarana dianggap pula sebagai suatu alat yang dihubungkan dalam pemenuhan suatu kebutuhan tertentu. Sarana berkarya seni merupakan wahana maupun alat yang digunakan untuk melakukan dan mempermudah pemenuhan kebutuhan dalam kegiatan berkarya seni. Berkarya seni di sini adalah sesuatu yang ada hubungannya dalam dunia seni, baik berupa penciptaan karya seni, pameran seni maupun apresiasi dan kritik seni. Kegiatan seni akan berlangsung dengan baik apabila didukung dengan sarana yang memadai. Penciptaan karya seni akan dapat dilakukan karena didukung oleh sarana penunjang pembuatan karya seni tersebut. Pameran dan kegiatan apresiasipun juga tidak berbeda harus didukung oleh saran yang dibutuhkannya.

Alam merupakan salah satu sarana penunjang dalam berkarya seni. Penciptaan karya seni tidak akan dapat terwujud apabila tidak didukung oleh alam yang ada. Alam merupakan seluruh zat dan energi, khususnya dalam bentuk esensi (hal yang pokok). Alam termasuk segala sesuatu dari semesta yang di dalamnya terdapat manusia, binatang, tanaman dan proses yang dihubungkan dengan benda-benda mati. Kehidupan alam adalah segala bentuk interaksinya satu sama lain dengan lingkungannya. Alam atau dalam lingkup yang lebih kecil berupa lingkungan merupakan sarana yang tak mungkin dapat dilepaskan dalam dunia estetika. Estetika atau keindahan seni ini akan menelorkan bentuk-bentuk seni yang fenomenal apabila didukung oleh lingkungan yang menunjang.

Lingkungan yang menunjang untuk berkarya seni adalah lingkungan di mana seni itu tidak asing bagi orang atau masyarakat yang terdapat di dalamnya. Masyarakat yang selalu kreatif dan penuh inovatif untuk perkembangan seni. Alam yang mendukung perkembangan ini dapat pula berupa alam yang masih fresh atau segar untuk berfikir menumbuhkan daya imajinasi dan juga daya pengungkapan ide/perasaan secara mudah tanpa adanya penghalang yang cukup berarti. Alam yang fresh adalah alam yang belum terganggu ekosistemnya, alam yang masih seimbang, alam yang belum terkontaminasi benda-benda asing, alam yang belum terkena polusi, alam yang belum terkena pemanasan global (global warning). Gangguan pada alam akan mengganggu konsentrasi berfikir untuk mencetuskan suatu ide yang dapat diwujudkan dalam bentuk karya seni. Gangguan inilah berakibat sulitnya untuk dapat menemukan imajinasi yang akan divisualisasikan. Kesimpulannya alam yang terganggu akan berakibat terganggu pulalah dalam berkarya seni. Hal inilah yang membuktikan bahwa alam merupakan sarana yang sangat penting dalam pengungkapan suatu bentuk karya seni.

ALAM SEBAGAI SUMBER INSPIRASI DALAM BERKARYA SENI

18.52 Edit This 0 Comments »
Suasana alam di Pantai Ngebum Kaliwungu merupakan salah satu sarana untuk memunculkan inspirasi di dalam berkarya seni


Minggu pagi aku sengaja ingin refreshing mencari udara segar dan suasana yang asri. Suasana yang memang aku cari setelah seminggu penuh diisi dengan kegiatan yang sangat melelahkan. Kelelahan fisik dan mental, sangat terasa dengan adanya tubuh yang sangat letoy dan pikiran yang amat jenuh dan terasa penat. Obat yang paling manjur adalah menghibur diri dengan lebih mendekatkan diri pada alam di sekeliling kita. Alam yang bersahabat dengan diri kita. Alam yang masih bersih belum terkena polusi atas segala ulah manusia yang bersifat negatif.
Minggu ini, tanggal 18 Oktober 2009 terasa agak lain dengan keinginan yang menggebu untuk menyatukan hati, pikiran dan keinginan menyegarkan diri pada suasana alam yang bersahabat. Aku menuju pada suatu tempat yang menurutku dapat meleburkan diri pada keindahan alam. Pantai Ngebum Kaliwungu tujuanku. Ternyata pantai ini telah menjadi sarana rekreasi minggu yang sangat disenangi oleh masyarakat, baik yang dekat maupun yang jauh jaraknya dengan tempat tinggal masing-masing. Suasana pantai telah disulap menjadi arena untuk bersenang-senang bagi keluarga, pasangan remaja maupun anak-anak dengan menceburkan diri ke pantai.
Hal tersebut menguntungkan bagi masyarakat setempat sebagai arena bisnis dan juga menguntungkan bagi PEMDA sebagai aset wisata daerah setempat. Tetapi setelah aku renungkan ada beberapa hal yang dilupakan. Apakah semua itu telah kita pikirkan untuk kelestariannya, ataukah telah kita usahakan untuk kemajuannya di masa-masa mendatang. Mungkin hal itu hanyalah pemikiran yang terlalu berlebihan terhadap keindahan Pantai Ngebum ini.
Lepas dari itu semua, aku menginginkan hal yang lain yaitu suasana yang lebih tentram untuk menyendiri. Tempat yang tidak begitu ramai untuk seseorang yang masih mempunyai naluri seni. Memang kusempatkan sedikit waktu untuk jauh dari itu semua. Aku agak menjauh dari keramaian pantai yang penuh pengunjung tersebut. Kusempatkan untuk melihat keindahan alam yang agak beda. Alam yang menyiratkan kehidupan masyarakat setempat sebagai masyarakat pantai yang hidup dengan kesederhanaan dan segala keunikannya. Masyarakat yang hidup dengan tambaknya, dengan perjuangan mengarungi alam pantai sebagai nelayan.
Ternyata hal inilah yang dapat menyentuh kalbuku, mawas diri serta menginstropeksi diri dengan apa yang ada pada diri kita. Setelah semua dicurahkan, kembali aku nikmati alam yang ada di depan mataku, wow.........begitu indahnya. Munculah naluri seni yang amat menggelitik imajinasiku untuk mulai menciptakan suatu karya cipta seni.
Sumber inspirasi ini dapat muncul dari sekedar bentuk ranting tumbuhan bakau, keunikan tanah beserta campurannya, hewan-hewan piaraannya, bentuk kehidupan masyarakatnya sampai dengan air tambak beserta kehidupan di dalamnya. Ternyata semua dapat diungkapkan sebagai sarana memvisualkan imajinasi yang telah di dapat dalam ide pemikiran. Pemikiran yang kreatif merupakan modal dasar untuk selalu dapat menciptakan berbagai bentuk karya seni. Seniman dapat dikatakan produktif apabila dapat membuktikan diri dengan hasil karya ciptanya dengan melihat hasil secara kualitatif dan kuantitatif. Memang produktifitas lebih cenderung tinjauannya adalah segi kuantitatifnya. Tetapi jumlah yang banyak takkan ada nilainya apabila tidak dibarengi dengan kualitas yang memadai. Oleh karena itu produktifitas yang baik harus selaras antara jumlah dan kualitasnya.
Munculnya ide maupun ungkapan perasaan yang disalurkan dalam bentuk karya seni inilah menunjukkan bahwa alam sangat berperan terhadap inspirasi seorang seniman. Dengan kata lain alam dengan segala kelebihannya dapat dijadikan sumber inspirasi untuk mencari, mengembangkan, membentuk dan menciptakan suatu karya seni. Inspirasi merupakan pintu untuk memulai berkarya seni. Tanpa inspirasi takkan pernah tercipta suatu karya seni.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERKARYA CIPTA SENI

17.06 Edit This 0 Comments »
Museum Seni "NATIONAL MUSEUM PRAHA" diambil dari www.journeyetc.com

Museum seni H. Widayat diambil dari www.hwidayat.blogspot.com

Salah satu contoh "GALERI SENI" yang diambil dari www.andieirfan.multiply.com

Pasar Seni diambil dari www.ms.wikipedia.org

Sebuah contoh "DESA SENI" diambil dari www.bloombiz.or

Sebuah contoh "SANGGAR SENI" diambil dari www.sigitkusumawijaya.blogspot.com

Studio seni, gambar diambil dari www.sahabatgallery.wordpress.com

Meningkatkan kemampuan berkarya cipta seni dapat diperoleh melalui pendidikan dan bimbingan di sekolah maupun pendidikan dan bimbingan khusus di luar sekolah:
1. Pendidikan dan bimbingan di sekolah, misalnya seperti bimbingan khusus secara pribadi atau kelompok kecil yang yang diadakan di sekolah.
a. Kegiatan Widyawisata/kunjungan ke tempat-tempat penghasil karya seni secara bersama, contoh:
- Kompleks Budaya
- Sanggar atau museum seni
- Ke tempat pameran
b. Kegiatan mengkoleksi lukisan maupun karya seni lainnya. Koleksi lukisan dapat diambil dari majalah, koran atau sarana media elektronik lainnya.

2. Pendidikan khusus di luar sekolah
Pendidikan atau bimbingan tentu saja tergantung pada kemampuan siswa dan peran aktif orangtua siswa. Salah satu usaha untuk meningkatkan kemampuan dalam berkarya pribadi adalah dengan menambah pengetahuan dan pengembangan kemampuan pribadi dengan jalan memacu peningkatan daya cipta seni. Pengembangan daya cipta seni ini diantaranya adalah dengan memperbanyak kegiatan kunjungan ke tempat-tempat penghasil seni, kompleks seni maupun ke sanggar seni. Beberapa istilah tempat-tempat kegiatan seni seperti:
  • Bengkel Seni
  • Studio Seni
  • Sanggar Seni
Tempat-tempat tersebut merupakan sarana untuk menambah dan meningkatkan daya apresiasi seseorang yang ingin berkecimpung di dalam dunia seni. Beberapa istilah objek wisata yang ada kaitannya dengan peningkatan daya apresiasi adalah sebagai berikut:
a. Museum Seni, merupakan satu tempat yang berisi tentang sejarah dan bukti peninggalan hasil seni. Di tempat ini juga dapat untuk membandingkan perkembangan mutu seni dari yang telah lampau sampai dengan perkembangan masa sekarang.
b. Pasar Seni, tempat ini kebanyakan berada di kota-kota besar tertentu saja yang di dalamnya terdapat kios-kios yang khusus untuk menjual hasil karya seniman maupun para pengrajin.
c. Galeri Seni adalah tempat seniman berkarya dan memamerkan hasil karyanya. Galeri hampir mirip dengan sanggar seni, hanya di dalam galeri ada ruang khusus untuk memamerkan hasil karya dari para seniman yang menjadi anggota dari galeri tersebut.
d. Desa Seni adalah suatu tempat yang dapat dikaitkan dengan kondisi penduduk di suatu daerah dalam kegiatan kesehariannya mengerjakan karya seni tertentu.
e. Pameran Seni yaitu kegiatan untuk mempertunjukkan hasil karya seni rupa seniman kepada khalayak atau masyarakat umum.


MEMBUAT KELENGKAPAN PAMERAN DAN PERGELARAN

05.15 Edit This 0 Comments »
Salah satu contoh ruang pameran diambil dari www.kaskus.us

Panggung Pergelaran untuk wayang kulit diambil dari www.citizenimages.kompas.com
Kelengkapan untuk pameran 2 dimensi diambil dari www.cabiklunik.blogspot.com

Meja maupunpedestal merupakan salah satu kelengkapan pameran diambil dari www.mikroskil.ac.id

Poster, spanduk, baliho maupun selebaran merupakan sarana penunjang untuk pameran dan pergelaran diambil dari www.borneophotography.org

SARANA penunjang dalam melengkapi kegiatan pameran dan pergelaran dinamakan KELENGKAPAN. Kelengkapan dalam pameran dan pergelaran sangat dibutuhkan karena sebagai salah satu jalan untuk memperoleh kelancaran di dalam penyelenggaraan. Adapun kelengkapan sarana kerajinan tangan dan seni rupa adalah sebagai berikut:
1. Katalog, katalog merupakan bentuk buku yang di dalamnya memuat daftar karya penciptanya.
2.Tape Recorder, kelengkapan yang digunakan untuk mengisi suara musik baik yang berupa instrumentalia atau bisa juga untuk memutar lagu.
3.Lampu, kelengkapan ini gunanya untuk penerangan ruangan dan untuk menghidupkan suasana dalam lukisan.
4. Spanduk, merupakan lembaran kain yang direntangkan dan berisi tulisan sebagai sarana publikasi.
5. Pedestal atau meja untuk menempatkan hasil karya 3 dimensi seperti patung, keramik dan kerajinan tangan.
6. Sketsel atau papan panel untuk menepatkan karya 2 dimensi seperti lukisan, gambar, batik dan lain-lainnya.
7. Meja untuk menempatkan buku tamu dan buku saran/buku kesan setelah melihat pameran.

Kelengkapan pergelaran seni musik dan seni tari ada bermacam-macam diantaranya adalah:
  1. Iringan musik atau lagu
  2. Iringan gerak tari
  3. Tikar dan kursi
  4. Spanduk
  5. Tata lampu
  6. Panggung
Rias tari dan busana
1. Alat rias diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Bedak tabor
  • Pensil alis
  • Pemerah pipi
  • Penulis media
  • Pembersih
  • Lipstik
  • Penyegar
  • Kapas
  • Alas bedak
2. Busana Tari
a. Perhiasan tari diantaranya adalah cunduk menthul, kelat bahu, gelang kaki, bros, gelang, kalung, subang/anting dan sebagainya.
b. Busana tari diantaranya adalah selendang, ikat kepala, mahkota, baju, celan, ikat pinggang, kain, stagen (pengikat perut)

ada beberapa karya seni rupa yang dibuat untuk persiapan pameran diantaranya adalah gambar, lukisan dan seni patung.

GAMBAR
Gambar termasuk hasil karya 2 dimensi yang mempunyai berbagai macam jenis diantaranya adalah gambar bentuk, gambar model, gambar ilustrasi, gambar reklame, karikatur, gambar perspektif, gambar proyeksi, gambar dekorasi dan lain-lainnya.

LUKISAN
Gambar dan lukisan pada dasarnya mempunyai beberapa perbedaan. Gambar lebih menekankan pada pemindahan objek visual secara realistis dan penggunaan warna yang sederhana sesuai dengan objek aslinya, sedangkan lukis penekanan utamanya yaitu kreatifitas pengungkapan perasaan seniman melalui objek yang sedang dicipta dan warna merupakan sarana utama untuk berimajinasi menghasilkan suatu karya.

SENI PATUNG
Patung ditinjau dari jenisnya terdiri atas:
  • Patung Dada
  • Patung Torso
  • Patung Lengkap

PERSIAPAN PAMERAN SENI

05.07 Edit This 0 Comments »
Pameran seni lukis hasil karya Abas Alibasyah diambil dari www.sahabatgallery.wordpress.com
Disharmonis karya lukis Dharganden diambil dari www.galerisurabaya.blogspot.com
Leher Angsa karya Pendik diambil dari www.galerisurabaya.blogspot.com


PERSIAPAN-PERSIAPAN
Puncak dari segala macam kegiatan di dalam seni dinamakan pameran atau pergelaran. Pameran dan pergelaran ini memerlukan adanya persiapan yang terencana dan terprogram dengan baik.
Persiapan-persiapan tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Persiapan Pameran
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pameran diantaranya yaitu:
  • Hasil karya yang akan dipamerkan perlu diseleksi terlebih dahulu
  • Perlu adanya publikasi yang dapat dilakukan dengan bermacam-macam bentuk. Contohnya adalah selebaran, spanduk, iklan maupun poster.
  • Tempat pameran (ruang pameran)
  • Jenis karya yang dipamerkan, baik yang mempunyai bentuk 2 dimensi maupun yang 3 dimensi.
2. Persiapan Pergelaran
Pergelaran meliputi beberapa jenis seni seperti seni suara, seni musik, seni tari maupun drama. Sebaiknya dalam pergelaran perlu mengenal adanya corak jenis pertunjukan yang akan dipentaskan. Corak ini dapat dibedakan menjadi 3 kelompok diantaranya adalah corak primitif, corak tradisional dan corak modern.

3. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam persiapan pameran atau pergelaran yaitu:
a. Susunan Acara direncanakan dengan matang, contohnya seperti di bawah ini:
  • Acara Pembukaan
  • Tujuan
  • Sasaran
  • Waktu
  • Katalog
  • Seleksi
  • Publikasi
  • Materi
  • Tempat
  • Undangan
b. Terseleksinya karya-karya seni yang akan dipamerkan berdasarkan bobot kualitasnya maupun kesesuaian dengan tema pameran.
c. Menyajikan ruang dan tempat sesuai dengan kondisi dan kapasitas karya.
d. Pembuatan materi penunjang pameran karya, antara lain buku tamu, poster, baliho, papan panel, undangan, selebaran dan katalog.

Dalam penyelenggaraan pameran ada prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan diantaranya adalah:
1. Prinsip Interaksi yaitu prinsip yang dalam penyelenggaraan pameran harus berorientasi pada kepentingan penyelenggara dan pengunjung.
2. Prinsip Inisiatif yaitu penyelenggaraan yang mengambil inisiatif dan menentukan langkah-langkah yang sistematis dan terencana ke arah pendekatan khalayak ramai pada pameran yang sedang diselenggarakan.
3. Prinsip Repetisi adalah prinsip penyelenggaraan pameran yang dilakukan secara berulang-ulang.
4. Prinsip Integritas yaitu prinsip penyelenggaraan yang menampilkan banyak koleksi pameran, contohnya pameran seni lukis, yang di dalamnya terdiri dari bermacam-macam aliran.
5. Prinsip Efesiensi yaitu penyelenggaraan pameran dengan melakukan penulisan secara sistematis agar tidak merepotkan penyelenggara dan pengunjung. Prinsip efesiensi dapat didukung oleh oleh lingkungan yang indah dan menarik, cara penataan warna suara maupun komposisi materi pameran hingga tercipta suasana yang menyenangkan. Beberapa kelengkapan pameran yang perlu diketahui diantaranya adalah katalog, tape recorder, lampu untuk penerangan ruang, spanduk untuk publikasi, sketsel atau papan panel, meja untuk menempatkan buku dan pedestal untuk menempatkan karya 3 dimensi.

SIMBOL GARIS MEMPUNYAI BERJUTA MAKNA SENI

15.06 Edit This 0 Comments »
Garis lengkung merupakan simbol keluwesan dan kelenturan
Garis untuk membatasi bagian warna satu dengan lainnya
Garis merupakan penjelasan kontur suatu objek gambar

Garis membentuk kontur binatang sebagai ilustrasi sebuah gambar.



Garis adalah deretan titik-titik yang saling menyambung dan berjajar saling berhimpit, sehingga membentuk coretan yang memanjang lurus ataupun melengkung. Coretan tersebut panjang pendeknya tergantung dari kebutuhan ataupun objek yang memanjang tersebut. Garis secara teoritis mempunyai arti yang tidak jauh berbeda dari pengertian di atas. Dari semua pengertian tentang garis, sebenarnya makna garis mempunyai arti yang lebih jauh dan lebih mendalam. Garis bukanlah sekedar deretan titik yang berhimpit. Garis juga bukanlah coretan yang memanjang saja. Tetapi garis mempunyai makna sesuai dengan subjek yang membentuk dan mengatur arah maupun ritme garis tersebut. Garis mempunyai berjuta-juta makna. Simbol garis bisa bermakna keras, kaku, lembut, galak, manis, sendu, lemah gemulai, berani, frustasi dan lain-lainnya.
Simbol-simbol tersebut memberikan berbagai peristilahan dalam bidang seni rupa. Karya seni rupa kaya akan makna dan simbol. Makna dan simbol tersebut terbentuk dari perpaduan garis yang serasi dan harmonis. Karya seni rupa mempunyai tujuan tertentu karena adanya kecerdasan di dalam mengartikan berbagai garis yang terbentuk di dalam bidang seni rupa. Garis yang satu memadu jadi satu dengan garis lainnya, arti yang satu berpadu dengan arti yang lainnya. Dari berbagai arti atau makna yang ada membentuk satu penterjemahan dari hasil perpaduan garis sebagai unsur utama pembentuk tema suatu karya.
Perpaduan garis yang mempunyai arti keras dengan garis yang mempunyai arti luwes, dapat menghasilkan makna yang baru misalnya keras untuk mencapai suatu tujuan membentuk pencapaian cita-cita yang sangat luwes terbentuklah satu hasil keharmonisan. Hal ini merupakan satu contoh kasus dalam proses penciptaan sebuah karya seni. Masih banyak lagi simbol garis yang dapat diungkapkan dalam suatu bentuk karya seni rupa. Baik karya seni rupa yang lebih menekankan imajinasi dan ungkapan perasaan perupa maupun karya yang meniru bentuk alam secara nyata, baik berupa karya seni rupa modern maupun karya seni rupa klasik, tradisional dan primitif. Semuanya merupakan bentuk pengungkapan makna dari simbol unsur seni rupa yang sederhana yaitu garis.

SEMASA AKU DI TK AISYIYAH I KENDAL

19.10 Edit This 0 Comments »
Foto sewaktu masih di TK Aisyiyah I Kendal pada tahun 1974, di TK inilah aku mulai belajar segalanya, dari pendidikan yang masih sederhana sampai pada dasar-dasar penerapan moral yang baik untuk pengembangan ilmu pengetahuan untuk tap[ah-tahap berikutnya. Aku mulai melakukan interaksi sosial dengan teman-teman sebaya, bermain, menyanyi, berhitung, dasar-dasar menulis dan membaca. Pada saat itu pula aku mulai belajar menggambar, mewarnai dan belajar mengembangkan kemampuan dalam berkarya seni rupa. Aku mulai mengenal dan menyukai seni wayang, yang kemudian membangkitkan semangatku untuk dapat menggambar tokoh-tokoh wayang yang aku kenal pada saat itu. Hal itu tidak lepas dari bimbingan dan pengenalan wayang yang diberikan oleh Bapak. Bapak amat mengenal setiap tokoh wayang dan dapat menceritakan tiap-tiap adegan/babak dalam wayang. Di lingkunganku di Langenharjo juga ada seorang dalang dan kelompok wayang orang yang masih eksis pada saat itu. Dalang tersebut aku menyebutnya dengan nama Mbah Gondo (almarhum), yang andilnya begitu besar di lingkunganku. Setelah dia meninggal keberadaan budaya wayang yang dikembangkan ikut juga menghilang dan para pemain wayang orangpun mulai dengan kesibukannya masing-masing di luar wayang.
Perpisahan TK Aisyiyah I pada tahun 1974, aku nomer dua dari kanan bersebelahan dengan Bapakku. Tahun awal aku berada di sekolah formal untuk mengenal pendidikan, walaupun baru sekolah di Taman Kanak-kanak. Bapak terima kasih atas bimbingan, didikan dan supportnya hingga aku dapat sekolah sampai dengan di Perguruan Tinggi.


Inilah penampilanku di Carnaval 17 Agustus 1974, dengan penampilan sebagai petani Indonesia yang sukses. Eh...penampilanku seperti dalang kecil, klop dengan panggilanku pada masa itu "EKO KIMIANTO DALANG DARI SOLO". Hal itu hanyalah kenangan peristilahan pada masa lalu, walaupun sebenarnya aku kelahiran asli dari Kendal. Masa indah kenangan yang lalu takkan dapat kembali, kenangan itu hanya bisa sebagai tonggak mengingat-ingat memori keindahan yang pernah dirasakan dan dilakukan pada tahap kehidupan yang sudah berlalu. Semoga dengan kenangan yang lalu dapat dijadikan sebagai tonggak meraih kebahagian di masa yang akan datang.




KENANGAN MANIS MASA KECILKU DULU (AWAL MULA MUNCUL BAKAT SENIKU)

15.20 Edit This 0 Comments »
Foto lama, kenangan masa lalu sewaktu aku masih kecil. Masa aku masih duduk di Tk sekitar tahun 1974. Pose foto ini beserta Bulikku (Jumiati), waktu itu bulikku belum nikah lho.
Tidak bosan-bosannya aku tampilkan lebih dari satu kali kenangan terindah ini, waktu itu aku tak punya beban sama sekali, yang ada hanyalah senang dan senang.
Pada tahun 1974 adalah masa kejayaan Mohammad Ali, sehingga akupun bergaya seperti Ali yang sedang bertinju. Idolaku sewaktu masa kanak-kanak.
Menyetir mobil merupakan salah satu kesukaan anak-anak. Foto diambil sekitar tahun 1972 di studio foto Kaliwungu.
Keluargaku di tahun 1972, berdiri dari kiri Jumiati, Jumiasih, Budhe Sukiyah, Ibuku Atipah (dalam gendongan dik Dwi Murwatinah), Bapakku Moebasir BSc, sedangkan yang ada di sekitar mobil-mobilan adalah Suwargi, Aku (Kimianto) dan Titik Kastiwati
Bapakku sewaktu masih mengajar di ST Negeri Kendal pada tahun 1974, kemudian bapak mengajar di STM Harapan Kendal dan dilanjutkan mengajar di SMAN I Kendal sampai pensiun pada bulan Desember 2004. Bapak sempat menjadi Kepala Sekolah di SMA Trisula dan SMA Sudirman sekitar tahun 1979-1983. Mata pelajaran yang diampu sesuai namaku yaitu pelajaran Kimia.
Yach.... kenangan ini merupakan salah satu awal aku mengenal seni, yaitu seni pewayangan. Wayang ini di pentaskan saat Om Edy melakukan khitanan. Aku mulai tertarik wayang dan berusaha untuk dapat menggambar sendiri bentuk-bentuk wayang yang aku kenal pada saat itu. Banyak yang membantuku dalam proses pengenalan wayang dan juga sarana media yang dibutuhkan dalam aku menggambar wayang tersebut.
Foto yang sama ini diambil sekitar tahun 1974 di Moro Demak tempat asal Bapakku, dan juga tempat tinggal kakek nenek beserta keluarga besarnya di Demak. Kenangan terindah di Moro Demak adalah menonton balap perahu pada saat Syawalan. Menontonnya sambil naik perahu dan minumnya es limun yang sangat segar pada saat itu. Wow...........indahnya.
Pada tahun 1982 aku mulai duduk di bangku SMP Negeri I Kendal, aku sudah tidak lagi menggambar dengan bentuk atau motif wayang lagi, tetapi sudah berkembang untuk menggambar tema realistis maupun naturalistis. Tema tersebut sesuai dengan perkembanganku secara psikologis yaitu perpindahan dari masa anak-anak ke masa remaja.
Foto ini juga diambil sekitar tahun 1982 di dalam rumahku dahulu, berpose dengan kedua adikku, Tri Teguh Suwignyo dan Catur Prakosa Hutomo (berdiri di atas meja).
Piknik beserta keluarga besar STM Harapan Kendal pada tahun 1984. Pada gambar terlihat adikku Dwi Murwatinah paling kanan, kemudian Bapak dan aku (membawa oleh-oleh Pakel). Gambar di ambil setelah menikmati keindahan alam Grojogan Sewu di Tawangmangu.
Mbah Ngasimin (alm), foto diambil sekitar awal tahun 80-an. Inilah mbahku dari pihak ibu, yang banyak membantuku menyiapkan kertas doss atau kertas tebal lainnya untuk bahan menggambar wayang. Mbah Ngasimin meninggal dunia pada tahun 1995 di Langenharjo Kendal.
Alm. Mbah Sukaemi adalah kakekku dari Bapak yang meninggal dunia pada tahun 1977 di Moro Demak, yang aku ingat pesannya dulu adalah "Le kalau menggambar di meja atau lantai setelah selesai di bersihkan kembali ya...".
Alm. Mbah Tasniah adalah nenekku dari pihak bapak yang meninggal sekitar tahun 2001 di Semarang yang kemudian di makamkan di Moro Demak berdampingan dengan Mbah Sukaemi. Pesannya yang kuingat adalah untuk selalu berdoa sewaktu naik kendaraan, dengan memberikan lafal bacaan doa yang harus diucapkan.
Ibu Atipah adalah ibuku yang selalu membimbing dan mengarahkan segala tingkah laku yang baik untuk anak-anaknya. Dialah orang yang paling aku hormati dan paling dekat denganku. Kasih sayangnya takkan lekang oleh waktu, tindak tanduknya menjadi pedoman dalam hidupku. Seorang ibu yang pendiam, sederhana, berahlak mulia patuh pada suaminya (Bapakku) dan memberikan contoh kesantunan moral pada anak-anaknya. Selalu menghormati orang lain, siapapun orangnya baik yang miskin, orang rendahan dia selalu mengucapkan kata-kata yang santun. Semoga Allah mengampuni segala dosanya, menerima segala amal baiknya dan diterima di surganya. Ibu meninggal pada tanggal 17 Januari 2004.
Bapakku sewaktu masih tugas sebagai guru PNS di SMAN I Kendal, foto diambil sekitar akhir tahun 80-an
Foto keluargaku pada tahun 1995, dari kiri Panca Setyo Rini, aku (Kimianto), Dwi, Bapak Moebasir, Catur, Ibu Atipah dan Tri Teguh. Kenangan keluarga yang takkan sirna di telan waktu.